Kamis, 22 Desember 2011

Business to Employee e-commerce

Business to Emplyee adalah perusahaan yang menggunakan e-commerce untuk mempromosikan produk/jasanya kepada karyawan-karyawan perusahaan biasanya dengan diskon.Perusahaan memungkinkan karyawan untuk memanage keuntungannya dan memberikan pelatihan secara elektronik.
Berikut ini adalah contoh kasus dari Business to Employee (B2E)

KASUS
  PT.JKL adalah sebuah perusahaan yang memproduksi perlatan memasak untuk rumah tangga yang sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu dan sudah tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia. Sistem kerja yang digunakan adalah sebagai berikut :
Kebijakan perusahaan menyatakan bahwa jika customer memesan melalui sales, maka sales akan mendapatkan komisi dari total pembelian. Dari sistem seperti ini terdapat beberapa permasalahan, yaitu :

  • Cutomer tidak mendapatkan diskon karena dari total pembelian beberapa persennya akan dijadikan komisi bagi Sales
  • Jika PT.JKL meluncurkan produk yang baru, customer yang pernah membeli barang dari PT.JKL tidak mendapatkan info produk kecuali dari sales.
Dari sudut pandang customer, customer merasa tidak mendapatkan untung apa-apa. Maka dari itu,tanpa mengubah sistem yang lama, PT.JKL ingin menerapkan sistem B2E dimana customer nantinya dianggap sebagai sales juga sehingga customer bisa mendapatkan diskon juga mendapatkan komisi jika menawarkan barang.

PEMECAHAN MASALAH


Melihat kebutuhan PT.JKL menurut saya ada beberapa cara untuk membatu:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan customer , hal ini diperlukan karena jika kita tidak tahu pasti kebutuhan consumen terhadap fasilitas yang perusahaan berikan,kemungkinan besar perusahaan tidak berjalan dengan baik atau bahkan bangkrut.
  2. Mengidentifikasi kemampuan perusahaan , karena tidak mudah mengubah suatu sistem yang sudah berjalan cukup lama, jadi diperlukan peninjauan ulang sebelum mengubah sistem tersebut. Misalnya saja dengan mengadakan survey ke karyawan-karyawan perusahaan tentang perencanaan pungubahan sistem.
  3. Meninjau kemungkinan resiko yang akan di timbulkan

Rabu, 21 Desember 2011

Studi Kasus Business to Customer e-commerce

KASUS

Saat ini PT. Apollo yang bergerak di bidang tekstil memiliki sistem kerja sebagai berikut :

Dari proses pembelian barang yang sedang berjalan bisa kita lihat bahwa terdapat beberapa masalah, yakni :
  • Saat ini informasi produk diberikan melalui brosur atau katalog sehingga informasi produk tidak lengkap dan untuk melakukan pengkinian harus mencetak brosur atau katalog baru.
  • Saat ini pemesanan dan pmbelian dilakukamelalui  tenaga    penjua(sales), dengan tenaga penjual yang ada PT Apollo mendapatkan keterbatasan waktu dan jumlah tenaga penjualan 
Melihat ketidak efisienan kerja ini, PT.Apollo melihat peluang yang akan didapatkan dari e-commerce dalam menjalankan bisnis dalam bidang penjualan tekstil. Dengan membangun situs e- commerce terpadu untuk pelanggan-pelanggannya, PT. Apollo mengharapkan nilai tambah dalam bisnis dan akan memperkuat nilai kompetitif perusahaan. Oleh karena itu sebuah situs business-to-customer e- commerce   aka dirancang sebagai pendukung transaksi bisnis yang sedang berjalan.


PEMECAHAN MASALAH

Melihat masalah yang dihadapi oleh PT.Apollo,  ada beberapa kiat yang menurut saya bisa membantu PT.Apollo tersebut antara lain :
  1. Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi.
  2. Mengidentifikasi target pasar.
           Melihat produk yang dipasarkan oleh PT.Apollo ada beberapa kemungkinan pasar dan besar pasar yang menerima produk dari PT.Apollo ini, antara lain :

    3. Mengidentifikasi kesiapan perusahaan menerima perubahan sistem
        Mengapa hal ini diperlukan? Karena dengan melihat PT.Apollo yang sudah berjalan lama, maka diperlukan bagi perusahaan melihat kesiapan karyawan-karyawannya menerima perubahan ini yang kemungkinan menghilangkan beberapa bagian pekerjaan, misalnya sales yang dulunya bertugas menerima pesanan customer.
    4. Meninjau penerimaan customer terhadap perubahan teknologi